October 30, 2013

ADAM


Kalau dulu,
lagak kita seorang gentleman
tapi hari ini 
kita dianggap mencari teman

Kalau dulu,
digelar baik hati jika sering pabila membantu
tapi hari ini 
diumpat ada udang sebalik batu.

Kalau dulu,
hendak berkahwin cukup mudah,
tapi hari ini
hantaran yang membuat kita resah.

Kalau dulu,
kita diukur berdasarkan pekerti dan jasa,
tapi hari ini
berdasarkan rupa semata-mata.

Kalau dulu,
dilamar melalui ibu bapa,
tapi hari ini,
tidak romantik katanya.


-OROME-

October 26, 2013

WE


Life been harsh to me lately,
some I've used a stepping stone,
some have affected me in ways that i don't want to.
But that is life as we know it,
we don't have superhero to help us,
we don't have fat, blue robot from future to help us,
we don't have magic to spell to get what we want.
But,
we have doa,
a way to connect to Him,
the one who can really help us.
and through him,
we get the wisdom and strength,
as,
we are the hero of our story,
we are the captain of our soul,
we are writer of our future.


"May Allah ease the day and the day after"

Heroes? Nope. Hero-like-friend of this world and the world after.


October 23, 2013

MATI


Pagi hari dikejut dengan berita kematian,
bapa seorang sahabat pergi menghadap Illahi,
teringat akan arwah sepupu yang telah pergi sepanjang hari.
Petang hari ni berkelambukan hujan,
setelah melawat tempat angkat besi,
aku ke padang menonton bola,
sahabat berjuang dengan kudarat keringat.
Tiada rezeki kemenangan,
aku keluar, mencari juadah malam.
Perjalanan pulang meniti senja hari,
dipersimpangan Tuhan menguji.
Yang tidak ingini hampir terjadi,
Aku hampir mati.
hampir bertembung dengan kereta,
pemandu yang tidak mengguna otak yang dikurnia.

Aku tertanya,
kalau aku mati sebentar tadi,
apa yang bakal terjadi.
bersedihkah mereka,
akan diingati?
atau akan dicaci?
Astagfirullahalazim.
Peringatan hari ini membuat akau lebih berhati-hati.


"hari ini, aku hampir mati, sekali lagi."

KLIMAKS


Hari ini menjadi kemuncak segalanya,
Kata-kata seorang gadis menjadi cetusnya,
Hati yang lara menjadi tak tentu hala,
Tapi dipendam sedalamnya.
Pahitnya kebenaran didalam tutur kata.

Ditelan seorang diri,
Seperti tergigit cili,
Kaca dimata mula bertakung,
Amarah tidak lagi dipekung,
Aku keluar membawa diri,
Agar tiada yang melihat aku begini.

----------------------------------------------------

Dinasihati kemudian hari,
Membuka mata dan hati,
Mengapa perlu terasa lebih,
Sedangkan yang lain tersengih-sengih,
Mengapa perlu kisahkan mereka,
Sedangkan hidup sendiri tak masuk neraka,
Mengapa perlu berkisar perkara yang kusam,
Sedangkan itu semua hal semalam.


Hari beransur petang,
Yang bergelora kembali tenang,
Tatkala mentari hampir tenggelam,
Jasad  terus bersenam,
Amarah pembakar semangat,
Tuhan yang dilupa kembali diingat,
Parut lepas dijadikan motivasi,
Sebagai pengingat kemudian hari,
Hari ini menjaga persahabatan yang terbina,
Agar ukhwah  yang terikat terus terpelihara.


InsyaAllah.



Will give less F to anything happen in the future and back to the old me! Yeah!!!!


October 21, 2013

SENDIRI


Detik demi detik.
Pejam dan celik.
Setahun dua semester masih berbaki,
Belum ditolak kerja dan tugas yang perlu dibawa,
Masa yang ada semakin kurang,
Ruang yang masih tinggal semakin sempit,
Untuk mencipta memoir bersama sahabat.
 Yang tidak ternilai kemudian hari,
yang akan dikenang suatu hari.
Tatkala ditemani kerja dan bunyi hutan,
Memori pasti dicari, pasti termimpi.

Jika dahulu aku tidak kisah,
Zaman dimana aku perlu berjalan untuk mencari nikmat,
Zaman dimana aku ditinggalkan kerana tidak berkuda,
Pergi merantau untuk menikmati juadah nun disana,
Aku menjamah sendiri dihadapan papar bercahaya,

Tetapi hari ini, apabila aku sudah berkuda,
Mereka pula berkereta.
Cukup luas untuk merantau bersama,
Bukan tiada kehendak,
Bukan tiada usaha.
Entah apa dosa aku,
Entah apa silap aku,
Aku masih disini.
Menyendiri. Menanti. Hati mati.
 Hehe.


Ya, akhirnya nanti kubur kita asing-asing.